Nama, nama, oh nama… kelihatannya dibutuhkan buat segala atribut fisik/ konsep buatan manusia di dunia ini… tapi seringkali kite memberi nama apapun cenderung dari sisi kenyamanan perasaan saja… Otak kiri a.k.a logika kita ga perlu ikut campur
Posting seorang cyberfriends dibawah ini cukup menarik, padahal tadinya gw cuma melihat esensi yg remeh temeh saja, tapi belakangan dipikir-pikir ini fenomena menarik, soalnya NAMA itu seperti sebuah HARAPAN dan DOA dari Orang tua yang melahirkan kita dengan segala keyakinannya bukan?
Saya mulai berpikir untuk menulis nama saya secara lengkap. Tidak usah disingkat dengan inisial seperti selama ini yang justru kadang membuat orang-orang membuat asumsi sendiri…
selengkapnya ke http://nikenike.wordpress.com/2008/03/02/nama-lengkap
soal nama ini menari.k (maxute menari2 di pikiran & menarik curiosity), coba deh iseng-iseng bermain meramal makna nama sendiri di http://www.indospiritual.com/index.php?p=19… lucu tapi teteb instrospektif kan? itu cuma salah satu pendekatan sederhana dari sisi ilmu-ilmu “alternatif”
Namanya juga filsuf, kata-kata mereka seharusnya ga bisa diartikan secara verbal mentah, perlu dieksplorasi sayap maknanya lari kemana aja
Gw punya nama asli yang hmm, cukup berat bobot makna jawa-nya dan menarik interpretasi orang jadi over-expected, padahal gw udah berkali-kali mastiin diri dalam kondisi kaga minder-akut waktu berpikir kaya gitu… maklum imajinasi orang kan sering cenderung ke fisik ketika dituturkan suara dan semantik sebuah nama, *blaik* padahal gw yakin banged fisik gw sangat biasa-biasa sazah, cenderung cupu malah pada jamannya (red. SMA – Sem. awal kuliah).
So dari panggilan kum-kum, …, unyil, akhirnya di era SMA itu gw nyaman dengan kesadaran sepenuhnya dipanggil kinoi sampai hari ini… waktu itu muke & ukuran fisik gw yg imut2 dan sedikit amit2 dari remaja sepantaran walao udah kelas 2 SMA, akhirnya menerima dengan segenap akal dan perasaan dianalogikan dengan wujud kinoi adeknya unyil yg ribut, banyak akal dalam film populer boneka si unyil di TVRI-RCTI. Dan sejak itu gw memperkenalkan diri gw dengan sadar dan percaya diri dengan siapapun: “… hai, nama gw kinoi, tulisannya q, n, o, y, ya…”
Gw merasa para Kolega merasa sadar & setuju sepadan dengan nama panggilan “qnoy” itu dengan ujud gw apa adanya.. dan itu membuat nyaman tanpa beban yg gak perlu. Memotivasi dari dalam diri gw bahwa nama dan ujud yg “lucu” bin “cupu” harus bisa membangkitkan “prestasi” dan “kematangan” tersembunyi dari sisi yg berbeda dan mampu memberi surprise positif buat sejawat. Dari situ lah muncul inspirasi menciptakan last name yg inspiratif buat nama panggilan yg lucu itu: “qnoyz bewizer”, yang maknanya semoga selalu bertambah bijak dari waktu ke waktu (amin).
Barangkali ada baiknya jika berbagai hal yg kita rasakan terjadi dan dijalani begitu saja selama ini… dan selalu diremehkan, agar patut digali sebisanya dari akal dan hati sendiri melalui introspeksi yg dalam… lumayan kok buat melatih diri sendiri menjadi makin dewasa, karena ada kata-kata bijak bahwa: “Mengenal kekuasaan dan kasih sayang Tuhan serta kesempurnaan ciptaanNya dapat dimulai dari kesadaran memahami diri sendiri: tubuh, pikiran, hati” — TABIK ![]()