Oleh: qnoyzbewizer | 17 April 2008

Departemental/ Institutional Blogging sites, apa perlu ? apa mungkin?

Hi Chiefs & Crews
Seharusnya kebanyakan dari kita sudah pernah melakukan blogging, itu lho menulisan atau posting tulisan di situs blog, seperti blogger.com, multiply.com, friendster.com atau wordpress.com ? Ya … kalo udah tahu betapa asiknya, maka semua mekanisme dalam situs itu menerapkan konsep Web 2.0.
 
Konsep Web 2.0. ini memudahkan user atau institusi tertentu memaintain artikel dan pengelolaan konten sehingga memungkinkan user lain memberikan feedback kepada si pemilik blog (tanpa harus terlalu pusing dengan pernak pernik teknis pemrograman). Jd disini tercipta model komunikasi interaktif, yang ujungnya dapat memberikan gambaran tentang kualitas dan kuantitas model berbagi pengetahuan dari situs tsb buat semua pihak.
 
Blogging itu sebetulnya bermanfaat bukan saja buat sisi Individu. Dalam lingkungan perusahaan, konsep tradisional berbagi informasi menggunakan Intranet portal (untuk internal) dan Corporate Website (external).
 
Portal ini biasanya diprogram dan dimaintain oleh unit pemgembangan aplikasi di bawah divisi IT. Sehingga setiap karyawan atau departemen yang berkepentingan untuk kustomisasi pemberdayaan Intranet dan Corp.Website ini selalu bergantung pada Divisi IT. Sehingga Divisi IT menjadi terlalu sibuk terbebani bias tanggung jawab yang tidak perlu.
 
Padahal setelah Aplikasi Intranet dan Corporate Website Portal ini selesai, seharusnya moderator konten ( biasanya HR dept, PR, Corp Communication dept, Marketing/Sales dept ) dapat mengelola sendiri kustomisasi tampilan maupun setup fitur-fitur yang ada.
 
Nah dalam Model Web 2.0, kondisi yang “ngerepotin” orang IT tersebut bisa di reduksi secara maksimal. Divisi IT hanya menjaga dan memaintain software, hardware saja. Sedangkan departemen-departmen terkait dimungkinkan untuk melakukan pengelolaan konten dan model komunikasi ke stakeholder ( top manajemen, karyawan, customer, investor, media) yang mereka inginkan berdasarkan misi dan visi masing-masing unit.
 
Sehinga sosialisasi kebijakan perusahaan pada masing-masing unit kerja menjadi mudah diberdayakan, dan komunikasi yang mengalir lebih “informal” dan “terbuka”. Dengan begitu prinsip customer satisfaction sekaligus policy/ mission compliance monitoring bisa terlacak.
 
Tentu saja pada implementasinya , perlu restu dan sponsor yang kuat dari Top manajemen, … juga lebih baik melakukan benchmarking dengan kompetitor ataupun institusi yang sudah menerapkan lebih dulu. Jadi pada praktek/ implementasi nya dalam kegiatan bisnis perusahaan, para stakeholders dapat dan mau berinteraksi dalam situs internal blog masing-masing departemen atau perusahaan yang mana sudah dipayungi oleh SOP dan Kebijakan resmi yang berlaku.
 
Jika Departemental/ Corporate/ Institution’ Blog sites fungsinya sebagai Portal komunikasi dan interaksi untuk memperoleh feedback yg lebih “jujur” terkait kebijakan, misi, visi setiap departemen/ institusi. Maka Aplikasi Intranet dan Corporate Portal tetap diberlakukan sebagai interface aplikasi bisnis/ workflow berbasis web (e-business) yang tersentralisasi. Misalnya: e-commerce/ e-talase, e-procurement, e-leave, e-dashboard, reimbursement, ERP & Business Inteligent.


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.