<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Tanya: pada hati yang berdendang (?)</title>
	<atom:link href="http://qnoyzbewizer.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://qnoyzbewizer.wordpress.com</link>
	<description>Ketika bergaul jangan menyalah, dalam bercakap elokkan lidah, dan saat berjalan luruskan langkah ...</description>
	<lastBuildDate>Tue, 29 Apr 2008 04:06:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='qnoyzbewizer.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Tanya: pada hati yang berdendang (?)</title>
		<link>http://qnoyzbewizer.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://qnoyzbewizer.wordpress.com/osd.xml" title="Tanya: pada hati yang berdendang (?)" />
	<atom:link rel='hub' href='http://qnoyzbewizer.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Sel Surya Gagal Komersial &gt;&gt; Kema(L)uan Pemerintah NOL?</title>
		<link>http://qnoyzbewizer.wordpress.com/2008/04/29/sel-surya-gagal-komersial-kemaluan-pemerintah-nol/</link>
		<comments>http://qnoyzbewizer.wordpress.com/2008/04/29/sel-surya-gagal-komersial-kemaluan-pemerintah-nol/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 04:06:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>qnoyzbewizer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Apa ajah]]></category>
		<category><![CDATA[Kema(L)uan Pemerintah NOL?]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://qnoyzbewizer.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Basi campur curious juga sebetulnya kalo baca berita semacam dibawah&#8230; gw sepenuhnya yakin kok dari dulu, kalo orang indonesia itu IQ + Creative levelnya kaga pernah &#8220;jongkok&#8221; ! Kalo dibuat putus asa sih memang ga ada abisnya&#8230; Dari soal dijajah senjata &#8220;bule&#8221;, sampai feodalisme prijaji bangsa sendiri, lalu macam-macam ideologi &#38; mekanisme yang ga pernah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qnoyzbewizer.wordpress.com&amp;blog=3185055&amp;post=13&amp;subd=qnoyzbewizer&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Basi campur curious juga sebetulnya kalo baca berita semacam dibawah&#8230; gw sepenuhnya yakin kok dari dulu, kalo orang indonesia itu IQ + Creative levelnya kaga pernah &#8220;jongkok&#8221; ! Kalo dibuat putus asa sih memang ga ada abisnya&#8230; Dari soal dijajah senjata &#8220;bule&#8221;, sampai feodalisme prijaji bangsa sendiri, lalu macam-macam ideologi &amp; mekanisme yang ga pernah tuntas memang bisa jadi bikin parah sindrom inferior kita ajah <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Apakah latar belakang itu memang menjelaskan ada yang selalu &#8220;salah&#8221; sama model komunikasi  antara incumbent sama komunitas sejak dulu kala yaks ?! <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_mad.gif' alt=':x' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Apakah memang hasil-hasil penelitian anak negeri itu tidak pernah memenuhi skala ekonomi dalam implementasi nya ? Plus minimnya konsep pengembangan hulu hilir yang ikut dalam produk sains mereka? Sehingga pemilik modal pun enggan mandiri dalam kepedulian mengangkatnya dalam bisnis nyata?</p>
<p>Ataukah memang begitu mahalnya inisialisasi politik incumbent dalam proses sosialisasi produk sains anak negeri seperti ini ?</p>
<p>Yah jawaban ilmiah sangat perlu systemic thinking yang komprehensif , dan memang gak sekadar &#8220;nyeloteh&#8221; doang dimedia chiefs&#8230; harus ada &#8220;nyali&#8221; positif yang menyirami anak negeri&#8230;</p>
<p>Gw jadi inget sebuah celetukan kawan yang inspirasional, katanya&#8230; ehm hmm Indonesia ini memang negeri &#8220;kaya&#8221;, dan tidak terlalu sedikit juga warganya yg sangat berlebihan dalam &#8220;kepintaran&#8221; ; &#8220;kekayaan&#8221; dan/ atau &#8220;kekuasaan&#8221; nya, masalah nya hanya&#8230; terlampau sedikit&#8230; yah itu lah sangat sedikit yang benar-benar mau &#8220;berbagi&#8221; &#8230; itu saja &#8230;</p>
<p>simple reason&#8230; but surely we&#8217;re damned <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /><br />
God please forgive us &#8230; amin</p>
<p><strong>Wassalam</strong><br />
<em><strong>qnoyz_bewizer</strong></em><br />
 <br />
<strong>albums: </strong>http://profiles.friendster.com/qnoyzbewizer<br />
<strong>klip inspirasi:</strong> http://qnoyzone.blogdetik.com<br />
<strong>blog tulisan: </strong>http://qnoyzbewizer.wordpress.com<br />
<strong>english clips:</strong> http://qnoyzone.multiply.com</p>
<hr />
<div id="judulartikelcetak"><span style="font-size:large;"><strong>Sel Surya Gagal Komersial</strong></span></div>
<div class="subjudulidxcetak"><span style="color:#c00000;"><strong>Pemerintah Tidak Punya Kemauan</strong></span></div>
<div class="txtartikelcetak"><em><span class="tglct">Selasa, 29 April 2008 | 01:26<br />
WIB</span></em></div>
<p><strong>Jakarta, Kompas &#8211; </strong>Riset dan pengembangan teknologi sel surya sebagai sumber<br />
energi listrik terbarukan oleh LIPI gagal menuju komersialisasi. Mengantisipasi<br />
krisis energi karena harga minyak terus melambung, LIPI beralih fokus pada riset<br />
dan pengembangan sel bahan bakar dengan gas hidrogen.</p>
<p>”Teknologi sel surya tidak bisa secara penuh menggantikan bahan bakar minyak.<br />
Masih butuh teknologi baterai yang lebih efisien untuk menyimpan energinya,”<br />
kata Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Umar Anggara Jenie kepada<br />
Kompas, Senin (28/4) di Jakarta.</p>
<p>LIPI sejak tahun 1980 menetapkan riset dan pengembangan sel surya untuk<br />
mengantisipasi peningkatan kebutuhan energi (listrik) dari sumber energi<br />
terbarukan. Sel surya butuh sumber energi sinar matahari sebagai sumber<br />
terbarukan itu.</p>
<p>Salah seorang peneliti sel surya dari Pusat Penelitian Elektronika dan<br />
Telekomunikasi LIPI, Ika Hartika Ismet, di Bandung ketika dihubungi kemarin<br />
menyatakan, sel surya sudah diteliti sampai tingkat efisiensi 10 persen dalam<br />
mengubah sinar matahari menjadi energi listrik. Standar efisiensi untuk bisa<br />
diproduksi komersial minimal 12-14 persen.</p>
<p><strong>Tak ada kemauan</strong></p>
<p>Menurut Ika, selama ini tidak ada kemauan pemerintah untuk mengaplikasikan<br />
dan mengomersialisasikan sel surya secara serius sehingga Indonesia ketinggalan<br />
dibandingkan Singapura atau Malaysia. ”Saya merasa tua di laboratorium. Tetapi,<br />
hasil riset dan pengembangan sel surya hanya berjalan di tempat,” katanya.</p>
<p>Untuk meningkatkan efisiensi dari 10 persen menjadi 12-14 persen tidaklah<br />
sulit. Menurut Ika, dibutuhkan perlengkapan plasma-enhanced chemical vapor<br />
deposition dengan harga di bawah 1 juta dollar AS.</p>
<p>Selain itu, secara teknis pembentuk sel surya berupa wafer silicon<br />
multikristal dengan ukuran 10 cm x 10 cm x 0,3 mm harus ditingkatkan, dari<br />
lifetime electron 1-1,5 mikro sekon (µsec) menjadi 5 µsec.</p>
<p>”Peningkatan kemampuan itu tidak butuh biaya yang tinggi, tetapi sampai<br />
sekarang tidak pernah ada investasi pengembangan sel surya,” kata Ika.</p>
<p>Menurut Umar, tidak hanya kelengkapan teknologi sel surya yang masih<br />
menghadapi kendala, tetapi faktor pendukung seperti baterai sebagai penyimpan<br />
arus listrik yang dihasilkan dari pengubahan sinar matahari tersebut sampai<br />
sekarang belum diperoleh teknologi yang optimal.</p>
<p>Akibat gagalnya sel surya, LIPI sekarang memfokuskan diri pada pengembangan<br />
teknologi sel bahan bakar. ”LIPI telah mengembangkan pembuatan membran sebagai<br />
media reaksi hidrogen dengan oksigen untuk menghasilkan energi,” ujar Umar.</p>
<p>Saat ini di beberapa negara seperti China sudah dikembangkan jenis kendaraan<br />
dengan sumber bahan bakar gas hidrogen dengan limbah paling ramah lingkungan,<br />
yaitu air murni.</p>
<p>LIPI sekarang mengembangkan kendaraan marlip (singkatan dari marmut listrik<br />
LIPI)—semula berbahan bakar listrik dari baterai, sekarang akan diganti dengan<br />
gas hidrogen. (NAW)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/qnoyzbewizer.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/qnoyzbewizer.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/qnoyzbewizer.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/qnoyzbewizer.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/qnoyzbewizer.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/qnoyzbewizer.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/qnoyzbewizer.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/qnoyzbewizer.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/qnoyzbewizer.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/qnoyzbewizer.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/qnoyzbewizer.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/qnoyzbewizer.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/qnoyzbewizer.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/qnoyzbewizer.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/qnoyzbewizer.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/qnoyzbewizer.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qnoyzbewizer.wordpress.com&amp;blog=3185055&amp;post=13&amp;subd=qnoyzbewizer&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://qnoyzbewizer.wordpress.com/2008/04/29/sel-surya-gagal-komersial-kemaluan-pemerintah-nol/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4b9092b4e8719b9eaeb6a7d0e3fbc044?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">qnoyzbewizer</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Departemental/ Institutional Blogging sites, apa perlu ? apa mungkin?</title>
		<link>http://qnoyzbewizer.wordpress.com/2008/04/17/departemental-institutional-blogging-sites-apa-perlu-apa-mungkin/</link>
		<comments>http://qnoyzbewizer.wordpress.com/2008/04/17/departemental-institutional-blogging-sites-apa-perlu-apa-mungkin/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Apr 2008 04:02:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>qnoyzbewizer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Apa ajah]]></category>
		<category><![CDATA[Institutional Blogging]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://qnoyzbewizer.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Hi Chiefs &#38; Crews Seharusnya kebanyakan dari kita sudah pernah melakukan blogging, itu lho menulisan atau posting tulisan di situs blog, seperti blogger.com, multiply.com, friendster.com atau wordpress.com ? Ya &#8230; kalo udah tahu betapa asiknya, maka semua mekanisme dalam situs itu menerapkan konsep Web 2.0.   Konsep Web 2.0. ini memudahkan user atau institusi tertentu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qnoyzbewizer.wordpress.com&amp;blog=3185055&amp;post=11&amp;subd=qnoyzbewizer&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hi Chiefs &amp; Crews<br />
Seharusnya kebanyakan dari kita sudah pernah melakukan blogging, itu lho menulisan atau posting tulisan di situs blog, seperti blogger.com, multiply.com, friendster.com atau wordpress.com ? Ya &#8230; kalo udah tahu betapa asiknya, maka semua mekanisme dalam situs itu menerapkan konsep Web 2.0.<br />
 <br />
Konsep Web 2.0. ini memudahkan user atau institusi tertentu memaintain artikel dan pengelolaan konten sehingga memungkinkan user lain memberikan feedback kepada si pemilik blog (tanpa harus terlalu pusing dengan pernak pernik teknis pemrograman). Jd disini tercipta model komunikasi interaktif, yang ujungnya dapat memberikan gambaran tentang kualitas dan kuantitas model berbagi pengetahuan dari situs tsb buat semua pihak.<br />
 <br />
Blogging itu sebetulnya bermanfaat bukan saja buat sisi Individu. Dalam lingkungan perusahaan, konsep tradisional berbagi informasi menggunakan Intranet portal (untuk internal) dan Corporate Website (external).<br />
 <br />
Portal ini biasanya diprogram dan dimaintain oleh unit pemgembangan aplikasi di bawah divisi IT. Sehingga setiap karyawan atau departemen yang berkepentingan untuk kustomisasi pemberdayaan Intranet dan Corp.Website ini selalu bergantung pada Divisi IT. Sehingga Divisi IT menjadi terlalu sibuk terbebani bias tanggung jawab yang tidak perlu.<br />
 <br />
Padahal setelah Aplikasi Intranet dan Corporate Website Portal ini selesai, seharusnya moderator konten ( biasanya HR dept, PR, Corp Communication dept, Marketing/Sales dept ) dapat mengelola sendiri kustomisasi tampilan maupun setup fitur-fitur yang ada.<br />
 <br />
Nah dalam Model Web 2.0, kondisi yang &#8220;ngerepotin&#8221; orang IT tersebut bisa di reduksi secara maksimal. Divisi IT hanya menjaga dan memaintain software, hardware saja. Sedangkan departemen-departmen terkait dimungkinkan untuk melakukan pengelolaan konten dan model komunikasi ke stakeholder ( top manajemen, karyawan, customer, investor, media) yang mereka inginkan berdasarkan misi dan visi masing-masing unit.<br />
 <br />
Sehinga sosialisasi kebijakan perusahaan pada masing-masing unit kerja menjadi mudah diberdayakan, dan komunikasi yang mengalir lebih &#8220;informal&#8221; dan &#8220;terbuka&#8221;. Dengan begitu prinsip customer satisfaction sekaligus policy/ mission compliance monitoring bisa terlacak.<br />
 <br />
Tentu saja pada implementasinya , perlu restu dan sponsor yang kuat dari Top manajemen, &#8230; juga lebih baik melakukan benchmarking dengan kompetitor ataupun institusi yang sudah menerapkan lebih dulu. Jadi pada praktek/ implementasi nya dalam kegiatan bisnis perusahaan, para stakeholders dapat dan mau berinteraksi dalam situs internal blog masing-masing departemen atau perusahaan yang mana sudah dipayungi oleh SOP dan Kebijakan resmi yang berlaku.<br />
 <br />
Jika Departemental/ Corporate/ Institution&#8217; Blog sites fungsinya sebagai Portal komunikasi dan interaksi untuk memperoleh feedback yg lebih &#8220;jujur&#8221; terkait kebijakan, misi, visi setiap departemen/ institusi. Maka Aplikasi Intranet dan Corporate Portal tetap diberlakukan sebagai interface aplikasi bisnis/ workflow berbasis web (e-business) yang tersentralisasi. Misalnya: e-commerce/ e-talase, e-procurement, e-leave, e-dashboard, reimbursement, ERP &amp; Business Inteligent.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/qnoyzbewizer.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/qnoyzbewizer.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/qnoyzbewizer.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/qnoyzbewizer.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/qnoyzbewizer.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/qnoyzbewizer.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/qnoyzbewizer.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/qnoyzbewizer.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/qnoyzbewizer.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/qnoyzbewizer.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/qnoyzbewizer.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/qnoyzbewizer.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/qnoyzbewizer.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/qnoyzbewizer.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/qnoyzbewizer.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/qnoyzbewizer.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qnoyzbewizer.wordpress.com&amp;blog=3185055&amp;post=11&amp;subd=qnoyzbewizer&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://qnoyzbewizer.wordpress.com/2008/04/17/departemental-institutional-blogging-sites-apa-perlu-apa-mungkin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4b9092b4e8719b9eaeb6a7d0e3fbc044?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">qnoyzbewizer</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mau Kemana Citizen Journalism ?</title>
		<link>http://qnoyzbewizer.wordpress.com/2008/04/11/mau-kemana-citizen-journalism/</link>
		<comments>http://qnoyzbewizer.wordpress.com/2008/04/11/mau-kemana-citizen-journalism/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 10:42:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>qnoyzbewizer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Apa ajah]]></category>
		<category><![CDATA[Citizen Journalism]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://qnoyzbewizer.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai penutup acara Pelatihan pewarta warga oleh PPWI (Persatuan Pewarta Warga Indonesia) dan HOKI (Harian Online Kabar Indonesia) yang pertama di Gedung Pers Jakarta Pusat hari ini (8/4) cukup menarik. Karena Wilson Lalengke selaku pimpinan redaksi HOKI dan pengarah acara pelatihan ini melempar isu tentang, seberapa jauh kah antisipasi citizen journalism (pewarta warga) dalam khasanah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qnoyzbewizer.wordpress.com&amp;blog=3185055&amp;post=10&amp;subd=qnoyzbewizer&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai penutup acara Pelatihan pewarta warga oleh <strong>PPWI </strong>(Persatuan Pewarta Warga Indonesia) dan <strong>HOKI</strong> (Harian Online Kabar Indonesia) yang pertama di Gedung Pers Jakarta Pusat hari ini (8/4) cukup menarik.</p>
<p>Karena <strong><em>Wilson Lalengke</em></strong> selaku pimpinan redaksi HOKI dan pengarah acara pelatihan ini melempar isu tentang, seberapa jauh kah antisipasi citizen journalism (pewarta warga) dalam khasanah publikasi media informasi di Indonesia ? Isu ini disampaikan bersamaan dengan polemik negara versus dunia pers terkait kecurigaan pembelengguan kebebasan pers dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang baru-baru ini disahkan Departemen Komunikasi dan Informasi (Depkominfo).</p>
<p>Kompetensi akademis <strong><em>Wilson Lalengke</em></strong> di Birmingham University, england dalam bidang filosofi dan etika global, membuka diskusi tentang kaidah filosofi <em>emmanuel kant (kantianisme)</em> adalah berkisar kejujuran universal dalam kehidupan masyarakat dan bernegara. Dimana garis besarnya adalah menjunjung kejujuran &#8220;<em>absolut</em>&#8221; dalam komunikasi, serta kebera nian menghadapi praduga negatif diri sendiri (paranoia).</p>
<p>Analogi yang disampaikan Wilson Lalengke memang menantang nalar para peserta diskusi kecil dalam event tersebut&#8230; Jika ada seorang maling ayam yang meminta pertolongan kita disembunyikan dari kerumunan massa, karena dia terancam nyawanya oleh keributan massa disekitar tempat tersebut, apakah yang harus dilakukan kita sebagai pemilik rumah? berbohong demi keselamatan maling tersebut? atau berkata sejujurnya dan membujuk massa agar maling tersebut di proses hukum?</p>
<p>Dalam Kantianisme idealnya kita harus segera berkata jujur dan mengenyampingkan kemungkinan resiko besar terancamnya nyawa si maling, karena ketakutan bahwa si maling akan tewas dianiaya massa hanya probabilitas yang subyektif saja. Dan kita dituntut berfikir positif bahwa kemungkinan yang terbaiklah yang akan terjadi bagi si maling jika kita jujur apa adanya.</p>
<p>Pendapat saya pribadi, tentu secara nalar skenario dan niat baik yang tersirat dalam analogi kasus kecil kantianisme diatas sangat patut dipertimbangkan. Masalahnya memang banyak hal yang dipertimbangkan ketika saya harus mengalaminya sendiri. Karena berdasarkan pengalaman pribadi, ketika saya pernah berlagak pahlawan melindungi si maling di serahkan polisi, akibatnya saya sendiri hampir jadi korban penganiayaan pula dari warga sendiri. Dan ketika gejolak emosi menang telak daripada nalar, nyali ini akhirnya harus merosot dan surut cepat, maka setelah beberapa saat terdengar umpatan, pukulan dan lenguhan, maka tak heran akhirnya si maling tewas juga dihakimi massa, ironis&#8230;</p>
<p><em>Apa hubungangannya analogi diatas dengan langkah antisipasi Citizen Journalism PPWI ataupun komunitas-komunitas pewarta bebas seperti misalnya asosiasi blogger indonesia?</em></p>
<p>Kelihatannya memang terlalu naif jika Komunitas menjadi terlalu takut dan khawatir dengan klausul-klausul kebebasan pers dalam UU-ITE terbaru. Sama Naifnya dengan semangat optimisme kebablasan dalam menyikapinya.</p>
<p>Misi Pemberdayaan Warga Negara umum sebanyak-banyaknya untuk &#8220;<em>berani</em>&#8221; dan &#8220;<em>mampu</em>&#8221; beropini dalam media cetak ataupun media online berbasis komunitas (mailing list, situs blog, online forum) adalah tantangan sebenarnya. Dan dalam implementasinya itulah diperlukan sosialisasi dan pemerataan pendidikan secara efisien mengenai kode etis Jurnalistik serta keterampilan penulisan media yang mumpuni.</p>
<p>Karena berangkat dari kerangka berfikir yang positif, sebaiknya kita yakin pemerintah memberdayakan <strong>UU-ITE</strong> dalam niat baik demi menjaga image (citra) dari ancaman informasi yang tidak layak secara teknis maupun esensi yang beretika, karena kebebasan informasi dengan kualitas materi pengetahuan seperti ini juga akan menyesatkan dan berpotensi menjadi sampah jika tiada rambu yang jelas.</p>
<p>Kesadaran positif ini lah yang diharapkan menjadi produk-produk aspirasi pemikiran positif. Yang mana mampu merumuskan butir-butir inputan yang produktif kepada pemerintah sehingga pada versi berikutnya UU-ITE menjadi lebih realistis bagi dunia pers maupun warga negara umum dalam berbagi informasi, dan semoga tidak menjadi resistensi bagi pemerintah untuk mengadopsinya.</p>
<p>Menyitir pesan <strong><em>Mira Lesmana</em></strong> (produser dan sutradara film Indonesia) dalam dialog di <em>TV O Channel</em>, bahwa penting juga spirit edukasi dari incumbent (pengelola kebijakan) untuk memahami bahwa dalam jangka menengah/ panjang pemerintah harus memposisikan diri sebagai pengayom ideologi dan bukan lagi sekedar pendoktrin yang gemar memata-matai aspirasi masyarakatnya. Oleh karena itu misi edukasi, mengayomi, partnership menjadi strategis sifatnya. Bukan hanya pemerintah, tapi juga para kaum intelektual, praktisi dan warga negara sendiri.</p>
<p><strong>Barangkali terlalu idealis ?</strong> menurut saya idealis dalam pemikiran perlu, karena penyusunan kerangka implementasi lebih memiliki tujuan dan kreatifitas yang jelas.</p>
<p>Oleh sebab itu, pelatihan &#8220;<em>Diklat Writing Course for Citizen Reporter 2008</em>&#8221; yang pertama ini memang jelas penuh keterbatasan, tetapi ilmu dan pesan yang disampaikan &#8220;serba sedikit&#8221; tetap merupakan langkah awal implementasi (perjuangan realisasi) niat yang mulia tentu merupakan keberanian idealisme pemikiran yang perlu dihargai bersama.</p>
<p>Selanjutnya PPWI perlu sekali menggalang aliansi positif dengan berbagai komunitas yang sejiwa, sehingga kreatifitas, intelektualitas dan kompetensi dapat ditularkan sebagai percepatan pemberdayaan masyarakat. Dan yang paling penting eksklusifitas perjuangan ini bisa dihindari, akan tetapi kita semua menjadi pahlawan bagi bangsa sendiri.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/qnoyzbewizer.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/qnoyzbewizer.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/qnoyzbewizer.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/qnoyzbewizer.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/qnoyzbewizer.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/qnoyzbewizer.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/qnoyzbewizer.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/qnoyzbewizer.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/qnoyzbewizer.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/qnoyzbewizer.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/qnoyzbewizer.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/qnoyzbewizer.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/qnoyzbewizer.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/qnoyzbewizer.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/qnoyzbewizer.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/qnoyzbewizer.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qnoyzbewizer.wordpress.com&amp;blog=3185055&amp;post=10&amp;subd=qnoyzbewizer&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://qnoyzbewizer.wordpress.com/2008/04/11/mau-kemana-citizen-journalism/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4b9092b4e8719b9eaeb6a7d0e3fbc044?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">qnoyzbewizer</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bangsa yang kurang komunikasi sambung rasa (?)</title>
		<link>http://qnoyzbewizer.wordpress.com/2008/03/26/bangsa-yang-kurang-komunikasi-sambung-rasa/</link>
		<comments>http://qnoyzbewizer.wordpress.com/2008/03/26/bangsa-yang-kurang-komunikasi-sambung-rasa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Mar 2008 03:50:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>qnoyzbewizer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Apa ajah]]></category>
		<category><![CDATA[budiarto shambazy]]></category>
		<category><![CDATA[kurang komunikasi sambung rasa]]></category>
		<category><![CDATA[murphys law]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://qnoyzbewizer.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Arghhh&#8230; kalo baca opini politika-nya bung BUDIARTO SHAMBAZY itu &#8230; gw seringkali bergidik karena pedas, lucu, menggatal, marah dan motivasi campur aduk&#8230; muka ini rasanya ditampar pas hari ini baca tulisan bung ini yg berjudul &#8220;Murphy&#8217;s Law&#8220;&#8230; Dalam tulisan itu, bung Budiarto menyinggung kebiasaan pengayom dan warga kita sendiri yang ga pernah tuntas dan ikhlas mengulas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qnoyzbewizer.wordpress.com&amp;blog=3185055&amp;post=9&amp;subd=qnoyzbewizer&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Arghhh&#8230; kalo baca opini politika-nya bung BUDIARTO SHAMBAZY itu &#8230; gw seringkali bergidik karena pedas, lucu, menggatal, marah dan motivasi campur aduk&#8230; muka ini rasanya ditampar pas hari ini baca tulisan bung ini yg berjudul &#8220;<a href="http://qnoyzone.blogdetik.com/2008/03/25/opini-murphys-law/">Murphy&#8217;s Law</a>&#8220;&#8230;</p>
<p>Dalam tulisan itu, bung Budiarto menyinggung kebiasaan pengayom dan warga kita sendiri yang ga pernah tuntas dan ikhlas mengulas masalah-masalah &#8220;culas&#8221;&#8230; sepertinya kehidupan politik negeri ini cuma dikemas seperti infotainment saja.</p>
<p>Akibatnya media yang latahan juga diam-diam, atau lansung ga lansung telah mensosialisasikan proses <strong><em>komunikasi yang kurang sambung rasa</em></strong>&#8230; Perasaan dan Komitmen kita seperti putus-sambung bak orang linglung, ya ini negerinya orang linglung yang doyan jumping kesana kemari tapi teteb looping (<em>maju mundur naek turun yg cenderung stabil a.k.a poco-poco puter ditempat</em>)</p>
<p>Lalu apa hubungannya dengan gw ? barangkali celetukan bung Budiarto soal komunikasi kita yg kurang mempunyai sambung rasa itu tadi&#8230; menjawab beberapa &#8220;<em>kekesalan</em>&#8221; pribadi dan dalam ruang lingkup politik pribadi juga ya?</p>
<p>Barangkali gue kurang berwibawa dan terlalu cerewet (a.k.a kritis) kalo ada kolega gw yg berlaku &#8220;salah&#8221; atau &#8220;gak nyambung&#8221; pada kaidah2 yg sudah seharusnya diterapkan. Misalnya:</p>
<p>&#8230; <font color="#666699">Alkisah di sebuah kelab tennis, ada rekan gw yg sebetulnya ga bodo soal keuangan selalu mengeluh: uang kas kurang, pemakaian ball-boy &amp; bola terlalu boros, dan iuran anggota minta naik terus2an. Tentu sbg anggota junior yg perhatian dan ga terlalu bodo juga, gw usulin lah bikin laporan kas yg transparan dan bikin mereka ngarti kenapa iuran memang harus naik&#8230; dan  anggota lain setuju dg antusias&#8230; Karena Solusi yg ga terlalu luar biasa bukan? tapi buntutnya temen gw itu &#8220;<em>mogok</em>&#8221; dan menyerahkan semua tanggung jawab pengelolaan kas itu ke gw sendirian tanpa ada niat saling bantu. Walao gw berhasil mewujudkan konsep transparansi keuangan di kelab tenis tsb, tapi tetap gak ada yang mau bantu secara tulus untuk mewujudkan konsep transparansi itu jauh lebih baik lagi&#8230; lucu ya? <em>saudzon</em> gw berasa dikerjain aja? memberi inputan kok yg diberi inputan berasa di&#8221;<em>kudeta</em>&#8221; &#8230; </font><font color="#666699">lucunya</font> <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p><font color="#666699">&#8230; Alkisah disebuah diskusi reuni alumni kampus, sebagai alumnus gw menyampaikan sebuah inputan tentang mengapa, dan bagaimana komunitas alumni kampus tsb begitu &#8220;<em>melempem</em>&#8221; (digigit ga enak dibuang sayang) misi-visi-aksinya selama ini. Selanjutnya seperti biasa, gw usulinlah berbagai ide kepada pengurus untuk kembali menyusun misi-visi-aksi yang lebih berimbang dan nyambung, jadi anggota alumni ga pada bingung&#8230; buntut-buntutnya sekali lagi mereka bukannya mencoba proses usulan tsb jadi nyata, tapi dengan gampang-gampang sinis mau sekedar menunjuk gw sebagai penanggung jawab, dan mereka sekedar jadi &#8220;<em>pembantu</em>&#8221; *halah*, sekali lagi inputan/ usulan barangkali dipandang pengurus seperti &#8220;<em>kudeta</em>&#8221; ? lucunya!</font></p>
<p><font color="#666699">&#8230; Alkisah lain lagi di sebuah perusahaan, gw berkiprah sebagai Web Apps analyst/ technical project manager dalam dept.IT. Ketika sebuah produk situs Intranet dan Web perusahaan tsb secara teknis berhasil, ternyata dept. lain yg berfungsi sebagai agent of changes kepada karyawan nggak negh atas proses update dan program pencerahan kepada stakeholder ttg pemakaian media tsb. Sebagai salah satu anggota Project pembuatannya, tentu gw kembali <em>bawel</em> <em>consistently</em> mengusulkan kepada para dept. terkait ttg: tata-cara dan metode pemeliharaan konten yang sesuai buat kondisi/ keinginan para stakeholders, dan jikapun resourcenya ga cukup, sebaiknya segera hire konsultan atau tenaga yg berkompeten soal itu. Usulan yang wajar bukan? Buntutnya tiba-tiba jabatan gw di mutasi sebagai knowledge mgt manager dalam dept. Corp.Comm. yang pekerjaannya memaintain konten sekaligus melakukan pekerjaan di dept. lama (maintain technical jobs) sendirian tanpa bantuan! Ah lucunya&#8230; :p</font></p>
<p><font color="#000000">Yah&#8230; 3 alkisah diatas memang pelajaran yang paling menyolok dalam karir dan pergaulan gw, ketika para pengayom dan warga kita memang lebih suka komunikasi <em>satu arah satu rasa</em> dalam musyawarah&#8230; lalu ada fakta-fakta berbagai rasa dan beragam arah yg harus &#8220;<em>mengganggu</em>&#8221; perhatian, kita sering ogah berupaya menyelaraskan/ menyambungkan dalam &#8220;<em>RASA &amp; ARAH</em>&#8221; yang baru, karena lansung sakit hati karena diremehkan&#8230;</font></p>
<p>Bangsa yang cacat mental ? oops &#8230; lebih baek enggak sekasar itu kondisinya, barangkali bener juga celetukan bung Budiarto Shambazy, bangsa kita ini terlalu sering, dan menunggu dikte, kita harus lebih banyak berani bersakit-sakit belajar berkomunikasi sambung rasa&#8230; bukan hanya rasa-rasa yang berkuasa saja, tapi rasa-rasa &#8221;suka &amp; sakit&#8221; pihak lain, bakal bikin hidup lebih cerdas dan berwarna bukan?</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/qnoyzbewizer.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/qnoyzbewizer.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/qnoyzbewizer.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/qnoyzbewizer.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/qnoyzbewizer.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/qnoyzbewizer.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/qnoyzbewizer.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/qnoyzbewizer.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/qnoyzbewizer.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/qnoyzbewizer.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/qnoyzbewizer.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/qnoyzbewizer.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/qnoyzbewizer.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/qnoyzbewizer.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/qnoyzbewizer.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/qnoyzbewizer.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qnoyzbewizer.wordpress.com&amp;blog=3185055&amp;post=9&amp;subd=qnoyzbewizer&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://qnoyzbewizer.wordpress.com/2008/03/26/bangsa-yang-kurang-komunikasi-sambung-rasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4b9092b4e8719b9eaeb6a7d0e3fbc044?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">qnoyzbewizer</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Halo dunia!</title>
		<link>http://qnoyzbewizer.wordpress.com/2008/03/17/halo-dunia/</link>
		<comments>http://qnoyzbewizer.wordpress.com/2008/03/17/halo-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Mar 2008 04:38:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>qnoyzbewizer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Apa ajah]]></category>
		<category><![CDATA[pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[private]]></category>
		<category><![CDATA[pseudo-lesson]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Arghhh&#8230; hari ini gw mulai dengan keluhan bodoh, setelah Masa-masa  transisi karir yang diselimuti kejenuhan dan ketidak-pastian terisi oleh semangat berbagi di area cyber-curhat seperti sekarang, ternyata cobaan dan godaan emosi datang lagi! Ya beberapa blog site yang sedang gw buat sebagai arsip inspirasi internet gw selama 5 tahun terakhir down lagi! padahal sejuta artikel [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qnoyzbewizer.wordpress.com&amp;blog=3185055&amp;post=1&amp;subd=qnoyzbewizer&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Arghhh&#8230; hari ini gw mulai dengan keluhan bodoh, setelah Masa-masa  transisi karir yang diselimuti kejenuhan dan ketidak-pastian terisi oleh semangat berbagi di area cyber-curhat seperti sekarang, ternyata cobaan dan godaan emosi datang lagi!</p>
<p>Ya beberapa blog site yang sedang gw buat sebagai arsip inspirasi internet gw selama 5 tahun terakhir down lagi! padahal sejuta artikel dan informasi dari milis bak hujan memenuhi mailbox&#8230; minta dibaca dan dibagi2kan segera jika menurut gw memang okeh <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tapi memang diusia yang terus bertambah melewati kata muda dalam arti numerik ( soalnya dari segi esensi spirit gw masih muda ), rasanya makin merugi kalo kekesalan emosi remeh temeh seperti diatas, gak cepet di konversi jadi pseudo-lesson, walaopun mungkin ada orang dengan kata2 klisenya akan tereak,&#8221;&#8230; alah menghibur diri aja lo Noy!&#8221;</p>
<p>Ok akhirnya disini gw buka situs wordpress baru, temanya lagi dipikirin&#8230; tapi barangkali disini cenderung jadi wadah celetukan pribadi gw aja. Sambil terus berharap wadah inspirasi internet traffic di <a href="http://qnoyzone.blogdetik.com" title="internet inspiration traffic" target="_blank">qnoyzone.blogdetik.com</a> itu bisa hidup kembali secepetnya&#8230; rencananya semua celetukan gw disini merujuk kesana. Ya gw gak begitu suka sama hal-hal yg berbau redundancy <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  . Paling nggak barangkali bentuk positif pseudo-lesson dari failurenya  <a href="http://qnoyzone.blogdetik.com" title="internet inspiration traffic" target="_blank">qnoyzone.blogdetik.com</a> itu menciptakan enerji positif pada blog baru gw disini, smoga&#8230;</p>
<p>Percaya pada mistik &amp; ghaib? Kenapa enggak, selama ikhtiar logis dan kreatifitas otak masih mampu berusaha mengimbangi, maka kelihatannya hidup gw bisa lebih berwarna daripada sekedar kejumudan dialektika menang versus kalah&#8230;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/qnoyzbewizer.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/qnoyzbewizer.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/qnoyzbewizer.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/qnoyzbewizer.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/qnoyzbewizer.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/qnoyzbewizer.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/qnoyzbewizer.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/qnoyzbewizer.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/qnoyzbewizer.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/qnoyzbewizer.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/qnoyzbewizer.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/qnoyzbewizer.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/qnoyzbewizer.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/qnoyzbewizer.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/qnoyzbewizer.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/qnoyzbewizer.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qnoyzbewizer.wordpress.com&amp;blog=3185055&amp;post=1&amp;subd=qnoyzbewizer&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://qnoyzbewizer.wordpress.com/2008/03/17/halo-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4b9092b4e8719b9eaeb6a7d0e3fbc044?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">qnoyzbewizer</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MALAS MEMBACA SESAT DI DUNIA&#8230;</title>
		<link>http://qnoyzbewizer.wordpress.com/2007/06/05/malas-membaca-sesat-di-dunia/</link>
		<comments>http://qnoyzbewizer.wordpress.com/2007/06/05/malas-membaca-sesat-di-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jun 2007 18:25:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>qnoyzbewizer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Apa ajah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://qnoyzbewizer.wordpress.com/2008/06/05/malas-membaca-sesat-di-dunia/</guid>
		<description><![CDATA[Pagi ini dalam suatu kolom opini koran warta kota &#8230; ada kutipan yang sangat menarik disimak dari ucapan mantan presiden amerika Richard M Nixon,&#8230; bahwa jangan terlalu berharap lahirnya Pemimpin yang berkualitas pada era Televisi abad ini, Karena televisi membuat manusia cenderung berfikir pasif karena makin malas membaca&#8230; Tentu aja gue kaget prendz.. bukan, bukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qnoyzbewizer.wordpress.com&amp;blog=3185055&amp;post=7&amp;subd=qnoyzbewizer&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><b>Pagi ini dalam suatu kolom opini koran warta kota</b> &#8230; ada kutipan yang sangat menarik disimak dari ucapan mantan presiden amerika Richard M Nixon,&#8230; bahwa <i>jangan terlalu berharap lahirnya Pemimpin yang berkualitas pada era Televisi abad ini, Karena televisi membuat manusia cenderung berfikir pasif karena makin malas membaca</i>&#8230; Tentu aja gue kaget prendz.. bukan, bukan karena yg ngomong pesimis itu seorang presiden amerika yg termasuk kontroversial&#8230; Tapi karena berdasarkan banyak informasi media dan analis pendidikan kite selama ini, diketahui bahwa secara statistik sebahagian besar Generasi Muda Indonesia dihinggapi MALAS MEMBACA BUKU&#8230; apalagi yang namanya SEJARAH&#8230; nah lo cocok kan?<br />
<b>Dalam persepsi awam, disadari memang televisi dalam misi/visi dan operasinya jelas bercorak bisnis murni</b> yg dijejali keterbatasan modal/ waktu/ teknologi/ selera/ kepentingan&#8230; dengan demikian berbagai tayangan dan informasi akan muncul INSTAN dan harus menghibur PENONTONnya&#8230;Yang bersifat menghibur jelas mengupayakan PENONTON memperoleh kesenangan/ kenikmatan/ kepuasan belaka, mereka dimanjakan PERSEPSI jadi (pasif), tanpa harus mengalami susahnya mengeksplore pencarian makna (aktif) yang lebih hakiki. Oleh karena itu jika tidak selektif terhadap acara TV, maka generasi muda yg penuh gejolak ingin tahu itu akan BABLAS mencapture begitu aja berbagai doktrin dan aneka persepsi dari tayangan2 acara TV, yg seharusnya perlu bimbingan intensif dan dicerna mendalam. Jika generasi muda ini terbiasa menunggu dan pasif menghadapi tantangan masyarakatnya yang begitu dinamis, bagaimana pulak kite mengharapkan suksesi kepeminpinan masa depan yang kreatif mampu menjawab persoalan bangsa?<br />
<b>Lalu apa ruginya berfikir PASIF ?</b> Soal untung rugi secara individu emang gak signifikan, yang jelas cara berfikir seperti ini mendorong seseorang untuk sekedar memperhitungkan, memaksakan &#8220;KEMUDAHAN&#8221; berbagai masalah berdasarkan sisi pandang yang diinginkan atau ybs ketahui ajah, kemalasan menghadapi resiko perjuangan idealisme secara nyata .. Akhirnya SOLUSI yang dihasilkan tidak menyeluruh dan biasanya overlap dengan kondisi-kondisi lain yang sebelumnya &#8220;diabaikan&#8221;: TAMBAL SULAM. Semua ini akibat sempit dan terlampau sedikitnya wawasan dan wacana yang dimiliki, sehingga makin sedikit pula NYALI dan kadar INTELEGENSIA yang ada. Nah kalo udha begini tentu terasa GETIRnya ketika kePASIFan muncul secara nyata dalam kondisi masyarakat yang heterogen, apa lagi kalo sosok dan struktur kepemimpinan yang telah diberi mandat tidak kuasa menjadi tauladan&#8230;<br />
Ayooo sebentar menengok sejarah perjuangan, mungkin kite terkagum-kagum pada sosok Pemuda Pejoang era Budi Utomo (1909), Sumpah Pemuda (1928) dan Menjelang Proklamasi (1945). Ketika pada tahun 1904, Gubernur Jenderal Van Heutz membuka politik ethik terhadap penduduk kolonial hindia Belanda&#8230; Maka terbuka banyak peluang pemuda-pemuda untuk belajar berbagai keilmuan dan wacana ekonomi/sosial/politik dari luar.. walau saat itu hanya terbatas pada pemuda-pemuda turunan ningrat, dan orang-orang kaya (aristokrasi, borjuis). Mereka dibanjiri oleh BUKU-BUKU bermutu dan KORAN-KORAN internasional/domestik yang membuka kungkungan adat/budaya yang selama ini jadi patokan satu-satunya&#8230; Hingga wacana., motivasi, dan semangat eksplorasi yang kaya dari kegiatan membaca BUKU saat itu, memberikan banyak informasi dan inspirasi para pemuda saat itu untuk berani mengupayakan perjuangan perubahan tatanan sosial masyarakatnya yg terbelakang, sehingga akhirnya 17-Agustus-1945 mampu memperoleh kemerdekaanya. Begitu besarnya dampak buku bagi nyali, motivasi dan isnpirasi perjuangan manusia ke arah yang lebih baik&#8230; KArena pada dasarnya manusia perlu referensi, wacana dan wawasan terbuka yang secara aktif memberikan keleluasaan pemikiran menghadapi komplikasi beragam masalah. Akibatnya allternatif-alternatif solusi yang akurat dan matang memberi warna pengambilan keputusan yang bijak dan tepat sasaran&#8230; Begitulah harapan besar masyarakat di pundak generasi muda&#8230; SUKSESI kepemimpinan masa depan.<br />
<b>Kesadaran meningkatkan minat BACA BUKU pada orang muda bukannya tidak disadari pemerintah, praktisi informasi dan pendidikan</b>&#8230; memang banyak melakukan trial error berbagai metode tentang Proses berfikir Aktif dan Membaca Aktif&#8230; Salah satu metode yg dulu pernah populer adalah CBSA = Cara Belajar Siswa Aktif&#8230; yang realisasinya ternyata GAGAL karena berbagai hambatan tidak lansung&#8230; Seperti krisis ekonomi yang menyebabkan mahalnya harga buku, dan kurangnya kreatifitas mengemas buku-buku ilmiah kedalam format yang lebih populer agar &#8220;tidak disegani&#8221; kebanyakan selera orang muda&#8230; Walaupun begitu ada perkembangan yang menggembirakan tentang daya tarik masyarakat pada penerbitan buku-buku bermutu&#8230; Pada event-event pameran buku selama 2-3 tahun terakhir, gue simak sendiri betapa ramainya khalayak ramai mengunjungi pameran dengan berjejal-jejal, bahkan bersama anggota keluarganya&#8230; selain semakin banyaknya tema kreatif dari buku-buku yang memancing minat masyarakat, dalam pameran tersebut para penerbit makin berani memberikan diskon yang menarik sehingga layak untuk segera dibeli&#8230; Tentu akan lebih baik lagi dalam event-event yg mendatang, program perkembangan minat baca buku ini dipicu dari lembaga2 formal pendidikan melalui kurikulum-kurikulum yg lebih memacu kreatifitas dan penelitian.. .DAN lebih penting lagi KEBERHASILAN restrukturisasi rekonomi dan regulasi industri percetakan yang mampu meminimalisasi biaya pendidikan bermutu, juga BUKU-BUKU yang berkualitas.<br />
<b>Kemajuan era Informasi melalui berbagai media elektronik (TV,RADIO,INTERNET) memang sudah suratan takdir yang kaga bisa ditentang</b>. Namun Cenderung menjadi keharusan, bahwa segala wacana yang diterima dari TV,RADIO,INTERNET memrlukan pengkajian lebih lanjut, memicu semangat eksplorasi dan penelusuran lebih lanjut melalui PENINGKATAN BUDAYA MEMBACA BUKU. Moga-moga dengan begitu tanggung jawab perjuangan memperluas dan meningkatkan kecerdasan bangsa menjadi kesadaran seluruh masyarakat&#8230; Terlebih lagi mampu meningkatkan Kecerdasan dan Kebijakan Para Pemimpin masa depan, yang problematikanya bakal jauh lebih ribet lagi.. SEMOGA <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/qnoyzbewizer.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/qnoyzbewizer.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/qnoyzbewizer.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/qnoyzbewizer.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/qnoyzbewizer.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/qnoyzbewizer.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/qnoyzbewizer.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/qnoyzbewizer.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/qnoyzbewizer.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/qnoyzbewizer.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/qnoyzbewizer.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/qnoyzbewizer.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/qnoyzbewizer.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/qnoyzbewizer.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/qnoyzbewizer.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/qnoyzbewizer.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qnoyzbewizer.wordpress.com&amp;blog=3185055&amp;post=7&amp;subd=qnoyzbewizer&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://qnoyzbewizer.wordpress.com/2007/06/05/malas-membaca-sesat-di-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4b9092b4e8719b9eaeb6a7d0e3fbc044?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">qnoyzbewizer</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apalah arti sebuah nama ?</title>
		<link>http://qnoyzbewizer.wordpress.com/2007/03/25/apalah-arti-sebuah-nama/</link>
		<comments>http://qnoyzbewizer.wordpress.com/2007/03/25/apalah-arti-sebuah-nama/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Mar 2007 06:20:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>qnoyzbewizer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Apa ajah]]></category>
		<category><![CDATA[Apalah arti sebuah nama ?]]></category>
		<category><![CDATA[komen]]></category>
		<category><![CDATA[Nike P. Dewi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://qnoyzbewizer.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Nama, nama, oh nama&#8230; kelihatannya dibutuhkan buat segala atribut fisik/ konsep buatan manusia di dunia ini&#8230; tapi seringkali kite memberi nama apapun cenderung dari sisi kenyamanan perasaan saja&#8230; Otak kiri a.k.a logika kita ga perlu ikut campur Posting seorang cyberfriends dibawah ini cukup menarik, padahal tadinya gw cuma melihat esensi yg remeh temeh saja, tapi belakangan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qnoyzbewizer.wordpress.com&amp;blog=3185055&amp;post=8&amp;subd=qnoyzbewizer&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nama, nama, oh nama&#8230; kelihatannya dibutuhkan buat segala atribut fisik/ konsep buatan manusia di dunia ini&#8230; tapi seringkali kite memberi nama apapun cenderung dari sisi kenyamanan perasaan saja&#8230; Otak kiri a.k.a logika kita ga perlu ikut campur <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Posting seorang cyberfriends dibawah ini cukup menarik, padahal tadinya gw cuma melihat esensi yg remeh temeh saja, tapi belakangan dipikir-pikir ini fenomena menarik, soalnya NAMA itu seperti sebuah HARAPAN dan DOA dari Orang tua yang melahirkan kita dengan segala keyakinannya bukan?</p>
<hr />
<p class="post-metadata"><font color="#808080"><strong><u>Nama Lengkap</u>, March 2, 2008 : </strong>Sejak beberapa waktu terakhir saya berpikir untuk “membuka” nama lengkap saya. Sejak dulu. Mungkin sudah lebih dari 10 tahun lalu, saya lebih senang menyingkat nama saya menjadi Nike PD. Paling <i>banter </i>Nike P. Dewi. Itu kalau terpaksa. Sehari-hari, saya lebih suka menggunakan </font><a href="http://nikenike.wordpress.com/about/"><font color="#808080">nik.e</font></a><font color="#808080">. Ini sudah jadi kebiasaan.</font></p>
<p><font color="#808080">Saya mulai berpikir untuk menulis nama saya secara lengkap. Tidak usah disingkat dengan inisial seperti selama ini yang justru kadang membuat orang-orang membuat asumsi sendiri&#8230; </font></p>
<p><font color="#808080">selengkapnya ke </font><a href="http://nikenike.wordpress.com/2008/03/02/nama-lengkap"><font color="#808080">http://nikenike.wordpress.com/2008/03/02/nama-lengkap</font></a></p>
<hr />soal nama ini menari.k (maxute menari2 di pikiran &amp; menarik curiosity), coba deh iseng-iseng bermain meramal makna nama sendiri di <a rel="nofollow" href="http://www.indospiritual.com/index.php?p=19"><font color="#006a80">http://www.indospiritual.com/index.php?p=19</font></a>… lucu tapi teteb instrospektif kan? itu cuma salah satu pendekatan sederhana dari sisi ilmu-ilmu “alternatif” <img src="http://nikenike.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=")" class="wp-smiley" /> Bagaimanapun dari sisi perenungan jati diri kita sbg manusia, perpaduan logika &amp; insting ini mengganjel kata-kata filsuf: “apalah arti sebuah nama…”<br />
Namanya juga filsuf, kata-kata mereka seharusnya ga bisa diartikan secara verbal mentah, perlu dieksplorasi sayap maknanya lari kemana aja <img src="http://nikenike.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif" alt=";)" class="wp-smiley" />abis gw pikir begini, manusia itu kan ada 3 unsur utama: fisik, logika dan perasaan, so suka atau ga suka, sadar ato gak, semua karya dan keputusan manusia hasil dari variasi kombinasi kadar ke 3 unsur itu… termasuk memberi nama! ketika pasangan melahirkan keturunan, dari ke 3 unsur mereka sbg manusia bakal muncul harapan, mood, dan kadar intelektual yg beda2 dan umunya jadilah nama pemberian orang tua itu menemani anaknya seumur hidup. Dan perasaan manusia normal tentu agak risih kalo misalnya orang yg kita hormati dipanggil “TIKUS BUDUK” misalnya <img src="http://nikenike.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=")" class="wp-smiley" /></p>
<p>Gw punya nama asli yang hmm, cukup berat bobot makna jawa-nya dan menarik interpretasi orang jadi over-expected, padahal gw udah berkali-kali mastiin diri dalam kondisi kaga minder-akut waktu berpikir kaya gitu… maklum imajinasi orang kan sering cenderung ke fisik ketika dituturkan suara dan semantik sebuah nama, *blaik* padahal gw yakin banged fisik gw sangat biasa-biasa sazah, cenderung cupu malah pada jamannya (red. SMA &#8211; Sem. awal kuliah).</p>
<p>So dari panggilan kum-kum, …, unyil, akhirnya di era SMA itu gw nyaman dengan kesadaran sepenuhnya dipanggil kinoi sampai hari ini… waktu itu muke &amp; ukuran fisik gw yg imut2 dan sedikit amit2 dari remaja sepantaran walao udah kelas 2 SMA, akhirnya menerima dengan segenap akal dan perasaan dianalogikan dengan wujud kinoi adeknya unyil yg ribut, banyak akal dalam film populer boneka si unyil di TVRI-RCTI. Dan sejak itu gw memperkenalkan diri gw dengan sadar dan percaya diri dengan siapapun: “… hai, nama gw kinoi, tulisannya q, n, o, y, ya…”</p>
<p>Gw merasa para Kolega merasa sadar &amp; setuju sepadan dengan nama panggilan “qnoy” itu dengan ujud gw apa adanya.. dan itu membuat nyaman tanpa beban yg gak perlu. Memotivasi dari dalam diri gw bahwa nama dan ujud yg “lucu” bin “cupu” harus bisa membangkitkan “prestasi” dan “kematangan” tersembunyi dari sisi yg berbeda dan mampu memberi surprise positif buat sejawat. Dari situ lah muncul inspirasi menciptakan last name yg inspiratif buat nama panggilan yg lucu itu: “qnoyz bewizer”, yang maknanya semoga selalu bertambah bijak dari waktu ke waktu (amin).</p>
<p>Barangkali ada baiknya jika berbagai hal yg kita rasakan terjadi dan dijalani begitu saja selama ini… dan selalu diremehkan, agar patut digali sebisanya dari akal dan hati sendiri melalui introspeksi yg dalam… lumayan kok buat melatih diri sendiri menjadi makin dewasa, karena ada kata-kata bijak bahwa: “Mengenal kekuasaan dan kasih sayang Tuhan serta kesempurnaan ciptaanNya dapat dimulai dari kesadaran memahami diri sendiri: tubuh, pikiran, hati” — TABIK <img src="http://nikenike.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=")" class="wp-smiley" /></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/qnoyzbewizer.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/qnoyzbewizer.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/qnoyzbewizer.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/qnoyzbewizer.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/qnoyzbewizer.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/qnoyzbewizer.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/qnoyzbewizer.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/qnoyzbewizer.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/qnoyzbewizer.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/qnoyzbewizer.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/qnoyzbewizer.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/qnoyzbewizer.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/qnoyzbewizer.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/qnoyzbewizer.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/qnoyzbewizer.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/qnoyzbewizer.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qnoyzbewizer.wordpress.com&amp;blog=3185055&amp;post=8&amp;subd=qnoyzbewizer&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://qnoyzbewizer.wordpress.com/2007/03/25/apalah-arti-sebuah-nama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4b9092b4e8719b9eaeb6a7d0e3fbc044?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">qnoyzbewizer</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nikenike.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nikenike.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif" medium="image">
			<media:title type="html">;)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nikenike.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nikenike.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jaman Nuklir kaya gini masih ada Ghaib ?</title>
		<link>http://qnoyzbewizer.wordpress.com/2003/07/15/jaman-nuklir-kaya-gini-masih-ada-ghaib/</link>
		<comments>http://qnoyzbewizer.wordpress.com/2003/07/15/jaman-nuklir-kaya-gini-masih-ada-ghaib/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jul 2003 05:51:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>qnoyzbewizer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Apa ajah]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[curhat]]></category>
		<category><![CDATA[ghaib]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://qnoyzbewizer.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Biasanya kalo kita ngomong soal Ghaib, maka orang-orang bakal merosot kearah cerita yang serem-serem&#8230; tapi temen gue dibawah ini ngemail tentang istilah ghaib adalah &#8220;biasa&#8221; juga dalam masalah-masalah lain&#8230; From: Iful B. Sent: Tuesday, July 15, 2003 1:20 PM Subject: Ghaib Banyak yg salah kaprah dengan definisi Ghaib. Seperti dalam surat A-Baqarah bahwa ciri orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qnoyzbewizer.wordpress.com&amp;blog=3185055&amp;post=5&amp;subd=qnoyzbewizer&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Biasanya kalo kita ngomong soal Ghaib, maka orang-orang bakal merosot kearah cerita yang serem-serem&#8230; tapi temen gue dibawah ini ngemail tentang istilah ghaib adalah &#8220;biasa&#8221; juga dalam masalah-masalah lain&#8230;</p>
<hr /><font color="#a52a2a"><br />
<b>From: </b>Iful B.<br />
<b>Sent: </b>Tuesday, July 15, 2003 1:20 PM<br />
<b>Subject: </b>Ghaib</p>
<p>Banyak yg salah kaprah dengan definisi Ghaib. Seperti dalam surat A-Baqarah bahwa ciri orang beriman itu adalah orang yg percaya dengan yg Ghaib.Dalam catatan kaki terjemahan Qur’an disebutkan bahwa Ghaib itu sesuatu yg tidak dapat ditangkap panca indra.<br />
Ada dua yg akan didiskusikan disini:</font></p>
<ol><font color="#a52a2a"></p>
<li>Ghaib di Qur’an itu banyak disebut tentang datangnya hari Kiamat (diantaranya dalam Surat Al Baqarah).</li>
<li>Rasulullah pernah didatangi oleh seorang lelaki bersih yg duduk berhadap2an di depan Rasulullah dan disaksikan para sahabat. Tatkala lelaki tsb pergi kemudian Rasulullah menanyakan pada sahabat: “Tahukah kalian yg baru saja datang itu siapa…?” Para sahabat menjawab: Hanya Allah dan Rasul-nya yg mengetahui perkara Ghaib. Lalu Rasulullah mengatakan bahwa lelaki yg baru datang itu Jibril.</li>
<p></font></ol>
<p><font color="#a52a2a"><br />
Dari perkataan rasulullah bisa disimpulkan bahwa ghaib itu bisa ditangkap dengan panca indra, Lha buktinya Jibril bisa dilihat para sahabat.</p>
<p>Saya lebih setuju bahwa Ghaib itu sesuatu yg tidak kita ketahui sebelumnya. Kayak hari kiamat itu ghaib, tapi bisa kita lihat kalau terjadi sekarang misalnya, tapi kita nggak tahu akan terjadi kapan secara pasti. Kalau sesuatu yg nggak bisa ditangkap dengan panca indera kita disebut ghaib, lalu bagaimana dengan gelombang elektromagnetik/arus listrik yg ada disekitar kita. Gelombang elektromagnetik/arus listrik tidak kelihatan, tapi dengan alat kita bisa menggunakan contohnya kita bisa pake HP.</p>
<p>Jin itu tidak ghaib, bagi yg percaya dan yg mengira mahluk halus itu ghaib itu juga salah kaprah. Jalan2 di kuburan ah entar malem, kebetulan jarak 100 meter dari rumah saya ada kuburan, gua nggak takut ama yg beginian. Karana bukan ghaib…<br />
</font><br />
<hr />
Iya iya ada betulnya juga si Iful…. Buat lingkungan budaya yang kaya mistik bin klenik seperti bangsa kite ini, memang kecenderungan kuat istilah ghaib hanya terkait dengan hal-hal yg nyambungnya ke mistik dan klenik doang… Kenapa begitu? Karena berdasakan berbagai cerita sejarawan belanda atau analisanya ong khok ham, atau kisah epos sejarahnya pram, itu tergambar sekali … begitu banyak hikayat bual dan syair keagungan dibuat para elit kerajaan demi meningkatkan kewibawaan ( atau kengerian?) raja dihadapan masyarakatnya…</p>
<p>Mungkin sekali kebiasaan kebohongan publik yang dilakukan elit politik raja itu sama tuanya dengan budaya pungli sebagai warisan akar sejarah kehidupan politik bangsa ini… Dari pengetahuan cara2 itu si Belanda yang mau menguasai seluruh Jawa , tinggal ngomporin ajah lansung kena dua-duanya… si elit mo kerja sama krn pusing dijilat abis, dan masyarakat tinggal manut sing kuoso abis gitu dibodohin dengan berbagai isu-isu bohong buat nakut-nakutin kehendak mereka buat kritis…</p>
<p>Mangkanya dari kecil , Alm Nenek gue yg lumayan kuat jawanya sering nasehatin beberapa tabu yang gue sendiri ga pernah dijelasin nalarnya, kecuali disuruh manut aja, bahwa tindakan itu nggak elok… Atau juga ada budaya Jawa yg sering membunuh sikap kritis si anak kepada orang tuanya… dan Inilah yg lansung gak lansung menumbuhkan kebiasaan hidup otoriter di negeri ini… Si anak harus manut sama yg lebih tua dan kualat kalo melawan… Kebingungan karena nggak dapet pngertian nalar yg memadai sesuai kadar pengetahuan yang ada, sering diasumsikan sbg misteri.. misteri ini kadang konteksnya dianggap beda sama ghaib, padahal suatu yang misteri berarti ghaib juga…</p>
<p>Seringnya manusia itu berpikir, kalo otaknya itu baru bekerja setelah dapet stimulus dari 5 panca indera ( lihat, cium, rasalidah, sentuh, dengar).. padahal yang namanya feeling, motivasi, spirit adalah juga suatu stimulus yang lebih sulit dijabarkan kecuali si manusia ybs yg ngerasain… Nah ini yang dibilang indera ke-6, ke7 dst… Dalam masyarakat yang sekadar beriman dengan nalarnya, memang sangat bergantung pada pengamatan panca inderanya.. dan dari sanalah berbagai hukum yang mengatur interaksi sosial manusia dibuat… Bagi mereka sebab-akibat harus muncul dari 5 panca indera itu saja… Oleh karena itu banyak sekali kasus atau fenomena nyata yg diselidiki ternyata nggak match sama hukum nalarnya terpaksa harus masuk arsip Xfiles.</p>
<p>Lalu gimana dong istilah klenik &amp; mistik yg lebih lekat dalam definisi ghaib itu sendiri? Bagaimana dengan kejadian seorang pengidap kanker tiba-tiba sembuh dari penyakitnya oleh seorang paranormal, padahal sudah divonis mati ? Atau kasus kriminal dimana terjadi sesorang yg tewas karena sebab-sebab misterius (setelah di otopsi) katanya akibat santet ? Ditambah lagi soal tempat/ barang/ orang keramat yg dipercayai memiliki kekuatan supranatural ? Tentu sebahagian besar buat masyarakat adalah jadi ke-ghaib-an yang populer… dan jadi lumrah aja.</p>
<p>Coba aja kembali ke taon 30 an dimana otomobil mule populer di hindia belanda, masyarakat yang terlongo2 ajaib akhirnya menerima sebagai hal yg masuk akal, ketika mereka mule memahami kaidah hukum teknologinya… gitu juga pesawat terbang, atau kapal selam… andai itu muncul pada jaman sultan mataram tentu jadi geger disangka Nyi Roro Kidul lagi unjuk kekuatan… dan pasti keghaiban (misterius) yang luar biasa buat manusia jaman itu.</p>
<p>Buat manusia abad science … segala hal yang dapat dikur bdsk cakupan ilmu nalar yang telah mapan yang ada saat itu, dan telah diakui standarisasi pengukurannya tsb dalam badan-badan yang telah diakui, maka hal tersebut tidak lagi menjadi ghaib… Karena listrik misalnya, atau sinyal elegtromagnetik yang tadinya ghaib dan tak kasat 5 panca indera, telah berhasil di scan dan diukur melalui indikator yang baku, sehingga sekarang manusia tahu mana benda yg berlistrik mana yang enggak.. begitu pula sinyal HP atau komunikasi lainnya… Cuman liat HP aja kite tau bahwa HP kite bakal bisa dipake komunikasi atau gak ? jadi udah kaga ghaib lagi…</p>
<p>Nah sebagai contoh, kalangan ilmuwan rusia dulu diam-diam lagi riset masalah ghaib yang lain, apa itu ? telepati… Nah untuk urusan telekomunikasi telepati ini masih ghaib.. dan lagi giat di riset biar ketemu metode nalarnya, kabar terakhirnya justru gue kaga tau… Yg gue tau pada jaman perang dingin, rusia riset telepati dan tele kinesisnya sebagai alat pembunuh jarak jauh, yaaah mirip santet gitulah ( discovery channel)…</p>
<p>Emang bener kadang-kadang soal klenik atau mistik jadi mengarah hal yang ghaib, karena masyarakat sering dicekoki secara intensif oleh mitos-mitos warisan budaya jamdul. Tantangan para ulama, budayawan dan scientist sendiri adalah jangan kalah intensif untuk mengimbangi dengan wacana yg lebih ilmiah dan edukatif… Tapi emang sih kadang-kadang dalam masyarakat yg “sakit” bisnis yg neko-neko jauh lebih menguntungkan. Seperti acara-acara tv yg sekadar mengumbar nuansa kleniknya aja, tanpa berusaha menampilkan wacana-wacana baru yg mampu berbicara lebih nalar…</p>
<p>Jadi kenapa pada jaman Nuklir seperti saat ini masih begitu banyak fenomena yang dianggap ghaib? Kaga laen kaga bukan karena memang dunia ini masih terlalu banyak rahasia alam yg belum mampu dipahami manusia dengan sempurna melalui kesombongan akalnya. Begitu keghaiban Bulan terkuak sedikit, ternyata keghaiban celah palung atlantis masih menunggu diraba… belum lagi berbagai penyakit baru yg baru akan muncul atau baru muncul… Dijamin dalam setiap upaya pencarian dan pencapaian daya nalar manusia akan terancam dengan tak berhingga keghaiban baru, dan kemungkinan besar akan dicari nalar baru yang mendobrak hukum nalar yg sudah ada… demikian seterusnya. Disinilah kita kenal ungkapan, bahwa hidup manusia itu serba relatif…</p>
<p>Suka atau kagak … keuletan / ketekunan manusia yang menggeluti kedalaman berfikir mulai dari panca indera 5 nya, lalu ke otak, perasaan, ilham, dan ketika masalah kian rumit… sadar atau tidak dia akan membentur kedewasaan Qolbunya (mata batin/hati) sendiri. Kemudian dia harus berhadapan dengan dua pilihan penting: Keimanan atas adanya kekuatan yang jauh lebih mapan, atau… terus mengelakkan diri demi tujuan superioritas nalar. Dan itulah Nikmat sekaligus Konsekwensi yang diberikan Tuhan buat kita sebagai manusia…</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/qnoyzbewizer.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/qnoyzbewizer.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/qnoyzbewizer.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/qnoyzbewizer.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/qnoyzbewizer.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/qnoyzbewizer.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/qnoyzbewizer.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/qnoyzbewizer.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/qnoyzbewizer.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/qnoyzbewizer.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/qnoyzbewizer.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/qnoyzbewizer.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/qnoyzbewizer.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/qnoyzbewizer.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/qnoyzbewizer.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/qnoyzbewizer.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qnoyzbewizer.wordpress.com&amp;blog=3185055&amp;post=5&amp;subd=qnoyzbewizer&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://qnoyzbewizer.wordpress.com/2003/07/15/jaman-nuklir-kaya-gini-masih-ada-ghaib/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4b9092b4e8719b9eaeb6a7d0e3fbc044?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">qnoyzbewizer</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tauk dari mana kalo Jakarta itu bener-bener kejam ?</title>
		<link>http://qnoyzbewizer.wordpress.com/2003/07/15/tauk-dari-mana-kalo-jakarta-itu-bener-bener-kejam/</link>
		<comments>http://qnoyzbewizer.wordpress.com/2003/07/15/tauk-dari-mana-kalo-jakarta-itu-bener-bener-kejam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jul 2003 02:16:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>qnoyzbewizer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Apa ajah]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[curhat]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta kejam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://qnoyzbewizer.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;&#8230; Sekejam-kejamnya Ibu Tiri, jauh lebih kejam Ibu Kota&#8221; Begitulah kira-kira ungkapan satir yang gue denger berulang-ulang sejak kecil hingga bangkotan kaya gini. Dan kebetulan sebage anak &#8220;kolong&#8221; &#8230; bokap gue ketempuan dapet ngepos disuatu pangkalan dan sekolah militer di ujung selatan Jakarta selama 30 taon. Gue aga begitu tau apakah itu pertanda karir militer [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qnoyzbewizer.wordpress.com&amp;blog=3185055&amp;post=4&amp;subd=qnoyzbewizer&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><b>&#8220;&#8230; Sekejam-kejamnya Ibu Tiri, jauh lebih kejam Ibu Kota&#8221;</b><br />
Begitulah kira-kira ungkapan satir yang gue denger berulang-ulang sejak kecil hingga bangkotan kaya gini. Dan kebetulan sebage anak &#8220;<em>kolong</em>&#8221; &#8230; bokap gue ketempuan dapet ngepos disuatu pangkalan dan sekolah militer di ujung selatan Jakarta selama 30 taon. Gue aga begitu tau apakah itu pertanda karir militer bokap yang emang bakat <i>mandeg</i>, atau mungkin memang sebenernya <i>disayang</i> keadaan yang kaga jelas&#8230; Dan emang celotehan kali ini kaga bermaxud membicarakan soal begituan&#8230;</p>
<p>Topik soal kejamnya Ibu kota ini jujur kaga muncul kagetan dari diri gue yg udah cukup berminat baca artikel-artikel analis atau budayawan soal pola budaya hidup ibu kota ini. Lagipula sebage seseorang yg dapet kesempatan melihat jakarta tumbuh dari taon 1969 sampe abad reformasi kaya gini&#8230; anggapan kisruh atau recok tentang Jakarta emang kaga berasa, sepertinya sadar atau kagak udah jadi hal yang lumrah aja.</p>
<p>Barangkali disinilah perlunya sekali-kali merantau atau melakukan perjalanan beberapa lama ke negeri atau kota lain yg mungkin berbeda nuansanya&#8230; dengan begitu kepekaan dan sikap kritis kaga <i>telmi</i> kaya gini&#8230; hehehe btw umur dan kesehatan yang cukup seperti saat ini patut disyukuri sebage kesempatan memperbaiki diri.. ya gak?</p>
<p>Sepanjang riwayat remaja hingga awal-awal masa kerja, gue emang kaga berkesempatan merasakan kendaraan sendiri atau punya orang tua. Dan ketika mulae merasakan naik motor dan mobil butut sendiri&#8230; rasanya mule muncul suatu keanehan dan protes dari dalam sebage dampak akumulatif menghadapi suasana <i>interaktif</i> diberbagai jalan raya Ibu Kota&#8230; Supaya nggak berlarut-larut mungkin ada baeknya gue ceritain pengalaman gue sendiri deh&#8230;</p>
<ol>
<li>Suatu ketika disuatu jalan protokol yg konon banyak polisinya&#8230; Gue yg lagi konsentarasi naek motor harus kaget setengah mati, karena bus angkutan umum didepan gue yang memang jalan ditengah dengan gagahnya.. tiba-tiba dengan santainya berenti ditengah jalan untuk menurunkan penumpang. Alamaaak resikonya tentu ada pada gue sendiri dan penumpang yg diturunkan disembarang tempat&#8230; Menekan kecemasan yg luar biasa gue ngerem dan mengelak sedaya upaya, naluri mantra suci a la kebon binatang akhirnya keluar dari helm gue yg bauk. Jelas gak ada yg ngeh.. kecuali helm dan idung gue sendiri. Masyarakat sekitarnya mungkin baru ngeh.. kalo misalnya gue harus terpaksa nubruk bus atao nyamber si penumpang itu sendiri&#8230; duh <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </li>
<li>Di perjalanan ke rumah mertua di bilangan jakarta timur sana atau sekitar rumah di selatan sini, cukup banyak jalan kelas dua yg menghubungkan daerah-daerah perumahan. Pada saat mobil gue berpapasan dengan mobil lain, terpaksa gue harus menepi sedikit.. dan sadarlah disamping kiri gue itu ada sekelompok orang pejalan kaki yg harus terpojok-pojok menghindari srempetan kaca spion gue&#8230; Baru dah ngeh gue, kalo sepanjang jalanan itu bukan diperuntukkan buat manusia, tetapi seolah-olah aspal tanpa trotoar khusus dilewati roda-roda karet ajah&#8230; Kalo mo dipaksain mikir positip, bayangan gue nanti pejalan kaki mo dibikinin trotoar layang model bangku berjalan sperti pengangkut pemaen ski di gunung2 es di swiss kali&#8230;</li>
<li>Di suatu lokasi pasar rakyat yang terkenal baek di bilang jakarta selatan atau timur, gue hampir muak kebosenan.. pasalnya mo gue berangkat kerja telat atau nggak, selalu aja macet, dan yang bikin gondok ternyata memang bukan karena keadaan memaksa&#8230; Tetapi ternyata begitu banyak orang mencari nafkah terpaksa dengan <i>kejam</i>.. Pedagang kaki lima (PKL) yg tadinya menjarah trotoar yg tersedia, akhirnya mendominasi kapasitas jalan raya yg tadinya cukup 3 mobil jadi 1 mobil aja untuk jualan&#8230; Ditambah para angkot yg asik berjejer di jalanan umum seolah2 mendompleng dampak PKL jadi sah2 aja menunggu penunmpang di tengah jalan raya&#8230; Polisi pun kalo ada sekedar semprat semprit menerbitkan harapan semu&#8230; dan kemacetan panjang harus merelakan kata-kata tuah &#8220;waktu adalah uang&#8221; jadi &#8220;waktu biasa terbuang&#8221; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </li>
<li>Lokasi tempat kerja gue ini kata orang termasuk segi tiga emas&#8230; Perusahaan gede di gedung2 megah bercampur dengan PKL makanan yg bertebaran di pinggir jalan protokol&#8230; Walao begitu ternyata sebahagian pegawainya sudah biasa hdup dalam gaya penuh maut. Ketika jalan protokol yg begitu ramai itu dibuat jembatan penyeberangan, justru mobil gue harus hati-hati karena ada aja penyeberang jalan dari berdasi s.d berseragam, cantik atau gak menarik lebih suka nyeberang maut lansung di jalan&#8230; Ketika beberapa koran melampirkan berita kecelakaan menewaskan para penyeberang ini , barulah penghalang jalan buat penyeberang liar bener2 ketat!</li>
<li>Pada bagian lain ada sisi jalan besar strategis yg menghubungkan ke bilangan karet-kuningan&#8230; Dimana begitu banyak pertokoan/mal besar berseberangan dengan kantor2 megah .. malah kaga ada satupun jembatan penyeberangan&#8230; Dan terpaksa para penyeberang seolah-olah mengemis nyawa pada cepatnya berpuluh2 kendaraan yang lewat tanpa belas kasihan itu&#8230; Gue sendiri sering terpaksa melewati penyeberangan jalan maut seperti ini sekadar melepas kebosanan menu makan di gedung sendiri&#8230; dan berdoa semoga nggak perlu ada korban samber nyawa hingga mungkin kelak ada terowongan khusus pejalan kaki macem di singapur itu&#8230;</li>
<li>dan seterusnya dan &#8230;. wah duh terusss&#8230;.</li>
</ol>
<p>Kadangkala rasanya telat bener gue sadar soal beginian, dan kesannya jadi basiii bener&#8230; tapi barangkali itu lebih baik daripada kaga peduli sama sekali&#8230; yang jelas sekarang gue makin ngarti latar belakang para penulis yg peduli kehidupan kota itu terpaksa <i>mengumpat-umpat</i> panjang lebar soal kisruhnya pendidikan dan kedisiplinan masyarakat Ibu kota&#8230; Mereka cuman mengingatkan bahwa kekejaman yg telah diterima secara evolusi seringkali berakar dari ketidak pedulian dan subyektifitas kaum Prajanya sendiri&#8230;</p>
<p>Buat gue sendiri rasanya memang harus makin terbiasa terkaget-kaget dengan gaya liberal jalan raya ibu kota yang aneh ini. Kehidupan di Jalan raya ini jadi tumpuan berjuta-juta warga Jakarta yg mencari nafkah halal/tidak, tertib/ngaco.. semuanya tanpa ada jaminan tata-tertib apalagi hukum &#8230; he he he Dan gak terlalu salah jika kelak kite bisa menilai Suksesnya EkoSosPol era reformasi yg populer itu, dapat dilihat dari ada tidaknya perubahan Gaya hidup di Jalan Raya Ibu kota tercinta ini&#8230;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/qnoyzbewizer.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/qnoyzbewizer.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/qnoyzbewizer.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/qnoyzbewizer.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/qnoyzbewizer.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/qnoyzbewizer.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/qnoyzbewizer.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/qnoyzbewizer.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/qnoyzbewizer.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/qnoyzbewizer.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/qnoyzbewizer.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/qnoyzbewizer.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/qnoyzbewizer.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/qnoyzbewizer.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/qnoyzbewizer.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/qnoyzbewizer.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qnoyzbewizer.wordpress.com&amp;blog=3185055&amp;post=4&amp;subd=qnoyzbewizer&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://qnoyzbewizer.wordpress.com/2003/07/15/tauk-dari-mana-kalo-jakarta-itu-bener-bener-kejam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4b9092b4e8719b9eaeb6a7d0e3fbc044?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">qnoyzbewizer</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Warna DemoCrazy Anak Negeri&#8230;</title>
		<link>http://qnoyzbewizer.wordpress.com/2003/07/01/warna-democrazy-anak-negeri/</link>
		<comments>http://qnoyzbewizer.wordpress.com/2003/07/01/warna-democrazy-anak-negeri/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jul 2003 00:28:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>qnoyzbewizer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Apa ajah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://qnoyzbewizer.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Seorang kawan mengungkapkan perasaan nasionalisme yang menarik (lihat capture email dibawah), dalam penilaian gue sikap patriot kebangsaannya teramat kental&#8230; Secara psikologis memang seringkali perlu juga melonjakkan semangat kompetitif dan positif thinking, biar kaga &#8220;keder&#8221; mengantisipasi inferiority syndromme ( rendah diri) karena keterpurukan kondisi lingkungan sosial yg berlama-lama&#8230; From: iful b. Sent: Tuesday, July 01, 2003 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qnoyzbewizer.wordpress.com&amp;blog=3185055&amp;post=6&amp;subd=qnoyzbewizer&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang kawan mengungkapkan perasaan nasionalisme yang menarik (lihat capture email dibawah), dalam penilaian gue sikap patriot kebangsaannya teramat kental&#8230; Secara psikologis memang seringkali perlu juga melonjakkan semangat kompetitif dan positif thinking, biar kaga &#8220;keder&#8221; mengantisipasi inferiority syndromme ( rendah diri) karena keterpurukan kondisi lingkungan sosial yg berlama-lama&#8230;</p>
<hr /><font color="#a52a2a"><br />
<b>From: </b>iful b.<br />
<b>Sent: </b>Tuesday, July 01, 2003 4:36 PM<br />
<b>Subject: </b>Aku Bangga menjadi Orang Indonesia</p>
<p>Indonesia akan menjadi negara paling demokratis didunia, ada akademisi yg mendukung gerakan separatis seperti GAM, ada menteri yg bilang NO WAY ke presidennya, Ada yg mempermasalahkan pembelian pesawat buatan Rusia, ada orang2 yg nggak setuju dengan rapat2 tertutup seperti Rizal Ramli dan Setiawan Jody, ada juga voting.<br />
Ada demo mendukung RUU-Sisdiknas, ada juga demo yg menolak RUU-Sisdiknas. Ada presiden yg diturunkan gara2 Bulog-Gate, Ada juga presiden yg diturunkan gara2 dekat dengan Suharto. bahkan disini ada Golput.</p>
<p>Dari sinilah saya bangga menjadi orang Indonesia.<br />
Bandingkan dengan Amerika yg kongres dan Presiden-nya suka maen kekerasan, bandingkan dengan Irak yg pemilunya 100% mendukung Saddam,<br />
bandingkan dengan Inggris yg ngawur dalam mengambil keputusan politik.<br />
Bandingkan dengan Australi yg sok tahu, Bandingkan dengan Singapura yg tangan besi. Kalau mau belajar demokrasi, sekarang ini belajarlah ke Indonesia.</p>
<p>cheers,iful</font></p>
<hr />
Yah memang Soekarnoisme, yang mana pada jaman Perang Kemerdekaan hingga awal era Orde Lama memang dielu2kan sebagai tokoh Patriot/Nasionalis pemersatu bangsa&#8230; juga bahkan penggalang persatuan Bangsa Dunia ketiga&#8230; Pada masa kekuasaannya sendiri Soekarno dan JF Kennedy (presiden Amerika saat itu) sering dianggap padanan yg setara antara dunia sosialis vs kapitalis. Jargon-jargon Patriotik/ Nasionalisme yang paling legendaris adalah: <i>&#8220;Write or Wrong is My Country&#8221;</i>&#8230; dan satu lagi&#8230; <i>&#8220;Do Not ask what the country do for You but what can you do for this country&#8230;&#8221;</i></p>
<p>Hingga saat ini jargon mantera diatas kerap menjadi hiasan penyedap banyak pembicara dikala orang harus berdebat membela harga diri suatu bangsa ditengah situasi yang terpuruk dibandingkan dengan keberadaan atau kebenaran bangsa lain&#8230; Pada masa perang kemerdekaan dimana nyawa dan harta menjadi obyek aniaya imperialis, rasanya jargon-jargon ini menempati situasi dan kondisi yang tepat. Tetapi bila menyimak tulisan kawan diatas itu mencontoh situasi kisruhnya kebijakan dan melempemnya pemberdayaan negara sebagai fenomena implementasi demokrasi yang TERBAIK dari negara-negara lain yg lebih makmur ? Tentu harus jadi kritik tersendiri&#8230; Karena kesannya jadi penyelewengan sikap patriot atao nasionalis itu sendiri, karena fenomena demokrasi buta hukum (DEMOCRAZY) dipersepsikan sebagai demokrasi TERBAIK&#8230;</p>
<p>Jikalo tujuannya sekedar kata penghibur dan pembenaran thd kekisruhan demokrasi kite ini, jelas ada fakta2 sejarah dari negare-negare makmur dan maju saat ini spt perancis, jepang, amerika, dll dimana pada 200 taon lalu merasakan &#8220;kegilaan&#8221; demokrasi (democrazy) seperti ape&#8217; yg bangsa ini alami baru-baru ini &#8230; Berdasarkan pengalaman sejarah kemerdekaan RI, bangsa Indonesia ini belajar demokrasi modern selepas runtuhnya Kursi Kesultanan Soeharto yang Agung. Setelah itu fenomena yang ada memang kegilaan kegiatan belajar demokrasi.. Bagaimanapun juga demokrasi memang bukanlah DEMOCRAZY… Jadi macam mana sesatnya, jika ada sekelompok orang yang terpeleset kata dan pikiran bahwa keduanya sama, bahkan dianggap lebih baik !!!</p>
<p>Kulit ari demokrasi yang mengembar gemborkan kebebasan berpendapat dan bersuara, memang cuman menjanjikan jago-jagoan adu sapa yang peling bener dan kuat-kuatan tunjuk menunjuk sesiapa yang paling salah … Oleh karena itu demokrasi emang kacau kalau mata rantai kewenangan legislatif, yudikatif, eksekutif sebagai pengatur kehidupan demokrasi itu sendiri teteb terinfeksi dan bobrok coi…. Heheheh buah simalakama yg lama2 pahitnye jadi biase&#8230;</p>
<p>Hak kebebasan dan kebersamaan dalam berpendapat dan bersuara dalam warga negara memang jadi kontrol yang teramat baik dalam lingkup good governance &amp; hi civiliance… Tetapi tetep aja harus ada mekanisme law making, law protection, dan law enforcement yg konsisten, bersih dan berwibawa.. Biar larinya demokrasi itu kaga ngawurrr ngetan ngidul kaga keruan kaya orang gila disorientasi pren… Dan akhirnya dalam lingkup perwujudan kemakmuran dan keadilan bermasyarakat, maka interaksi demokrasi &#8211; hukum menciptakan rasa aman dan stabilitas antara masyarakat dan pemenintahnya, dan kondisi ini yang kondusif menciptakan kemakmuran sosial yg relatif lebih baek…</p>
<p>Moga2 para penguasa dan masyarakat bangsa ini segera berhasil jadi pengamat dan pelajar yang baik, so kaga perlu waktu sampe 200 taon buat piawai merubah democrazy saat ini jadi demokrasi yg sehat walafiaat..<br />
Dan sekedar himbauan/ kritik membangun aja, rasanya sih kagak haram bersikap jadi patriot nasionalis, asalkan mampu jadi patriot juga dalam menghardik kelaliman pada kawan/diri sendiri dan menghormati dengen kebesaran hati kebenaran pada lawan… *pis*Seorang kawan lain menimpali <b>wacana &#8220;democrazy&#8221; anak negeri sebelumnya</b> sbb:</p>
<hr /><font color="#a52a2a"><b>From: </b>eminz.<br />
<b>Sent: </b>Tuesday, July 01, 2003 5:33 PM<br />
<b>Subject: </b>Kekeruhan jama’ah jauh lebih baik dari pada kejernihan pribadi</p>
<p>Aku setuju dengan iful b. dalam konteks pendewasaan bangsa, Ditengah terpaan kita tetap survive, kita tahan uji..apa jadinya kalo ujian ini menerpa amerika sudah bubar kali kayak soviet, kenapa ? karena menyatukan pikiran para jendral memang tidak mudah. Bahkan ada pepatah mafia yang menyatakan terkadang 1 orang prajurit yang bodoh jauh lebih berguna dari pada 2 jendral yang tak bisa bersatu. Inilah kehidupan jama’ah di Indonesia<br />
Tapi kekeruhan jama’ah jauh lebih baik dari pada kejernihan pribadi</p>
<p>Hidup INDONESIA, MERDEKA, hidup NKRI INDONESIA&#8230;<br />
Terkahir ada syair dari penyair arab , supaya tidak frustasi menghadapi takdir Tuhan thd bangsa kita:<br />
<i>Biarlah hari-hari bertingkah semaunya<br />
Relakan diri ini ketia ketentuan-Nya bicara<br />
Janganlah engkau risau dengan kisah malam<br />
Karena tak ada kisah didunia ini yang abadi</i></font></p>
<hr />
Ironis sebenernya, bahwa dalam sejarah politik kite, kaum Nasionalis terpaksa harus berbenturan dengan pendukung politik kanan aliran syariah islam&#8230; Politikus Nasionalis sebenernya kaga kurang yang Islamnya kuat, hanya pandangan mereka melihat nilai esensi keyakinan spiritual mereka harus diwijudkan dalam metode interaksi yang inklusif&#8230; DEMI menghormati keberadaan anak bangsa yang berkeyakinan selain Islam. Para politkus pro Syariah mengklaim bahwa 85% komunitas penduduk indonesia beragama Islam, sehingga secara de facto wajar saja suatu tatanan politik negara diterapkan bdsk Islam.. dalam hal ini metode interaksi mereka sangat eksklusif bdsk dukungan mayoritas agam yg dianut penduduk Indonesia. Hanya saja terkait sejarah antropolgi manusia, memang jalan pemikiran moderat cenderung tidak populis sebagai daya tarik politik praktis&#8230; sehingga bentrok wacana cita-cita persatuan bangsa terpelihara sekamnya sampe saat ini&#8230;</p>
<p>Biasanya kaum Nasionalis slam dicap sebage kaum Islam Moderat dan modern, sedangkan yang sebaliknya lebih bersifat Islam tradisional fundamentalis (literalisme quranis). Untuk saat ini, bisa cap-cap seperti itu jadi bias, karena berbagai perkembangan manuver dan edukasi politk yg terjadi pesat pasca reformasi. Yang jelas istilah Literalisme quranis, sebenernya gue ambil dari padanan istilah Literalisme Biblikal yg ada dari buku Ian.G Barbour &#8220;Juru Bicara Tuhan&#8221; sebagai alias dari fundamentalisme yg mebenarkan secara &#8220;as is&#8221; expresi ayat-ayat dari kitab suci injil.</p>
<p>Dalam struktur masyarakat indonesia yang budaya tumbuh dari akar spiritual/mistik yang kental, kerap istilah-istilah atau ayat-ayat yg dipersepsikan kaum sufi dan ulama yg didudukkan sebagai orang mulia wakil Tuhan yang tak terbantahkan. Dan suka gak suka kondisi seperti ini menjadi alat politik praktis yg mempengaruhi massa, tidak terkecuali penjajah Belanda menipu dengan baik+sukses sekali dengan metode ini. Mitos-mitos dan persepsi turun temurun ayat-ayat dan kata-kata bijak para sufi/ulama cenderung membuntukan sikap kritis bangsa untuk berani menelaah lebih jauh implementasinya dalam kaidah keterkinian&#8230; Kesadaran baru dari ulama modern yg kritis terhdap pelurusan persepsi budaya, malah meruncingkan benturan aliran seagama dengan tuduhan bid&#8217;ah dan penyelewengan misi keagamaan&#8230; Jelas pembelajaran demokrasi buat bangsa ini perlu ujian yang bertubi-tubi beratnya&#8230;</p>
<p>Keterpurukan ekosospol dan budaya anak negeri saat ini memang membutakan, sehingga misi keagamaan yg murninya sangat berat dan sarat tuntutan moral/etika yang tinggi, makin bergeser menjadi atribut pemanis dihadapan komunitas sosial&#8230; Jadi penyelewengan kinerja aparatur negara, budaya masyarakat yg jadi makin pesakitan karena putus asa, lebih mudah untuk diterima dengan lapang dada dan menjadi lebih terbuka terhadap penyelewengan kekuasaan berujung korupsi demi kemakmuran individual&#8230; Masayarakt kehilangan suri tauladan kepemimpinan, akibatnya perlu pembenaran spiritual yang dibuat-buat dan sebisa mungkin dicocok-cocokkan agar terhindar dari tuntutan dosa dari kalbu sendiri&#8230; Sekularisme dan Kemunafikkan makin subur&#8230;</p>
<p>Oleh karnea itu menyimak satu kata-kata bijak dari eamil kawan diatas sebagai senjata untuk pembenaran opininya &#8230; jadi mengingatkan gue atas latar belakang penyakit mental akut dari masyarakat kite&#8230; mencoba menerima apa ada nya dan pasrah pasif membiarkan ikut sakit mental demi pencapaian target duniawinya sendiri&#8230; Barangkali dengan itu wajar-wajar ajah gue menghimbau untuk hati-hati menggunakan pemahaman harfiah faham &#8220;kekeruhan jama’ah jauh lebih baik dari pada kejernihan pribadi&#8221; Istilah itu perlu dipahami jauh lebih mendalam karena merupakan rangkaian kata-kata bijak nan indah namun mewakili seribu makna pren <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Jamaah yang keruh karena memang dampak pembelajaran masyarakat menuju perubahan, suatu hal yang kaga bisa dihindari dari fenomena dinamisasi sosial menuju penyesuaian jaman dan benturan berbagai ideologi dan kepentingan.. Ya pendewasaan bangsa itu tadi. Mangkenye udah jelas bangsa ini belon dewasa kaya gini, mbok yao mawas diri dan ngaca lebih efektif.. Karena orang kalo lagi belajar kaga sepatutnya terburu2 merasa tinggi dari yg laen apalagi merasa putus asa karena gonjang ganjing terus <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dan berjuang menjadi pribadi yang jernih adalah hak asasi setiap manusia yang ingin merubah diri dari lingkungan yang buruk menjadi lebih baik dengan keyakinannya masing2. Cobak simak sejarah dari jaman Nabi2, sampai revolusi sosial perancis atau revolusi industri di inggris… Masyarakat menjadi dinamis dan perubahan paradigma ekosospol karena ada keberanian, kepandaian sekaligus kepemimpinan para pribadi yang lebih baik dari lingkungannya. Istilah elo diatas itu lebih ditujukan kepada lingkungan jamaah yang menjadi taklid buta dan membeo, karena sosok pribadi yang membiarkan dirinya seolah2 paling mulia dan tak terbantahkan…</p>
<p>Contoh yang kawan gue tuliskan soal prajurit dan jenderal rasanya kurang tepat&#8230;, karena manajemen militer kaga pernah sama dengan manjemen masyarakat sosial.. Dalam militer kagada demokrasi dan hukum Cuma bdsk struktur berjenjang kepangkatan yang mutlak dipatuhi. Demikian pun arti &#8220;kepasrahan&#8221; yang diexpressikan kaum sufi dan agamawan proyeksinya harus jadi motivasi perjuangan tanpa lelah demi kemaslahatan manusia dimuka bumi, nah background reasoningnya yang demi TUHAN, bukan demi kedudukan atau perolehan materi yg jadi peringkat nomor wahid… itulah yg dimaxud kepasrahan illahi sesungguhnya, bukan ngebiarin masyarakat yg kisruh keruh dan kite cuman ikut-ikut aliran aer keruh pulak… Kalo pemahaman kaya begini yaaa gak salah bangsa kite cuman jadi MAHASISWA ABADI… belajaaar terusss, tapi kaga pinter2, mlorotin orang dan jadi pengemis kemakmuran orang laen…</p>
<p>Hati-hati dan sering koreksi diri tentang pemahaman berbagai ideologi dan filosofi yang kite yakini… Karena kaga ada yg mutlak dan abadi di dunia ini, selaen Tuhan itu sendiri&#8230; Nabi nabi utusan Tuhan semuanya sudah di langit.. Dan kite harus berjuang dengan pinter-pinter memadukan pemberdayaan emotional, spiritual dan intelektual yang ada baek individual atau kmunitas sosial .. Sekedar membebek dan membeo filosofi lama tanpa mau tauk memahami keterkinian sama aja kaya orang linglung yg kaga pernah tau sape lawan sape kawan dan sape yang udah sawan&#8230;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/qnoyzbewizer.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/qnoyzbewizer.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/qnoyzbewizer.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/qnoyzbewizer.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/qnoyzbewizer.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/qnoyzbewizer.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/qnoyzbewizer.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/qnoyzbewizer.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/qnoyzbewizer.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/qnoyzbewizer.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/qnoyzbewizer.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/qnoyzbewizer.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/qnoyzbewizer.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/qnoyzbewizer.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/qnoyzbewizer.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/qnoyzbewizer.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qnoyzbewizer.wordpress.com&amp;blog=3185055&amp;post=6&amp;subd=qnoyzbewizer&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://qnoyzbewizer.wordpress.com/2003/07/01/warna-democrazy-anak-negeri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4b9092b4e8719b9eaeb6a7d0e3fbc044?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">qnoyzbewizer</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
